Jumat, 18 Maret 2011

HUBUNGAN ILMU DAKWAH DENGAN ILMU LAIN


Kebutuhan akan ilmu pengetahuan semakin pesat dalam menjalani berbagai aspek aktivitas manusia sesuai dengan spesifikasi yang dijalankan. Semakin derasnya arus perubahan zaman, menuntut disiplin ilmu pengetahuan untuk berkembang sesuai dengan yang dibutuhkan zaman tersebut. Hal ini berarti terjadi korelasi antara satu aspek disiplin ilmu dengan ilmu lainnya. sebuah kenyataan ketika sebuah ilmu pengetahuan berkembang pasti ada ilmu lain yang membantunya dalam perkembangan tersebut.
Begitu juga ilmu dakwah. Dari zaman Rasullullah SAW hingga sekarang, terjadi berbagai perbedaan perbedaan cara berdakwah. Hal ini disebabkan kemajuan kemajuan zaman yang sangat pesat. Termasuk melangitnya karya umat manusia menciptakan teknologi yang super canggih. Perbedaan tersebut sangat kontras terjadi, salah satu contoh, ketika Rasulallah berdakwah, hanya sebagian kecil kelompok saja yang mendengar dakwahnya rasul, namun sekarang ketika Ust. Ahmad Alhabsyi ceramah di Televisi, se Tanah Air Indonesia mendengar apa yang disampaikan Ust Al Habsyi. Artinya metode strategi dan materi yang disampaikan dalam berdakwah, harus menyesuaikan dengan karakter seluruh Mad’u di Indonesia. Disini terjadi perkembangan perkembang ilmu dalam berdakwah, hal ini disebabkan ada keterkaitan atau hubungan antara ilmu dakwah dengan ilmu ilmu teknologi dan kemasyarakatan yang berkembang lainnya.
Bentuk hubungan ilmu dakwah dengan ilmu lain tersebut, dapat dijelaskan antara lain :

Ilmu Dakwah dan Ilmu Agama Islam
Ilmu dakwah menerangkan seluk beluk dakwah islam, atau penyampai ajaran islam kepad orang lain memiliki kaitan erat dengan ilmu agama islam seperti tafsir, fikih, perbandingan agama , dan lainnya. Hal ini disebabkan melalui ilmu ilmu nilai ajaran islam sebagi materi dakwah islamiyah dapat digali dan dikaji secara mendetil.
Ajaran islam digali melalui ilmu ilmu dakwah . dan ilmu ilmu agama juga membutuhkan bantuan ilmu dakwah dalam menyampaikan dirinya kepada umat manusia. Tanpa diterangkan atau disajikan kepada masayarakat, ilmu agama tersebut hanya merupakan ide belaka.

Ilmu Dakwah dan Ilmu Sosial Politik
Yang dimasud dengan ilmu sosial politik adalah ilmu sosial yang mengajarkan sesuatu menurut apa adanya dan bukan membicarakan bagaimana sesuatu itu seharusnya seperti pada ilmu ilmu normative lainnnya. Yang termasuk dalam kategori ilmu tersebut adalah : sosiologi, antropologi, psikologi, dan sebagainnya.
Ilmu sosial ini menerangkan berbagaimacam segi kehidupan manusia secara detail dan terinci. Oleh karena itu ilmu ini dapat membantu ilmu dakwah dalam memahami masyarakat tersebut karena ilmu dakwah menyangkut segi struktur sosial, proses sosial, interkasi sosial dan perubahan sosial maupun tingkah laku sosial.
Untuk melaksanakan dakwah, da’I memerlukan bantuan bantuan yang menyangkut kehidupan sosial masyarakat, tanpa pengetahuan yang demikian, dakwah tidak akan mengenal bahkan tidak akan memiliki pengaruh keagamaan yang berarti bagi masyarakat.

Ilmu Dakwah dan Ilmu Ilmu Normative dan Metodologis
Yang dimaksud dengan ilmu ilmu normative ialah ilmu ilmu yang membicarakan bagaimana seharusnya sesuatu itu, sebagai kebalikan dari ilmu ilmu positif yang membicarakan suatu menurut apa adanya.
Yang termasuk ilmu normative antara lain :

Ilmu dakwah dan ilmu penelitian
Ilmu penelitian atau sering disebut ilmu riset, sangat diperlukan bagi berkembangnya ilmu dakwah tersebut. Ilmu riset juga dipakai untuk mengetahui keadaan masyarakat dengan berbagai persoalannya sebelum melaksanakan dakwah sehingga mudah untuk melakukan pendekatan dakwah.

Ilmu dakwah dan logika
Logika adalah ilmu yang mempelajari cara cara berfikir. Tidak ada ilmu yang tidak menggunakan cara berfikir. Termasuk ilmu dakwah. Bagi ilmu dakwah, logika dipai untuk melakukan kajian kajian keagamaan, menguji dengan kebenaran ilmiah, dan bagi da’I sendiri berguna untuk menuturkan materi dakwah dengan logis setelah dikaji melaui logika.

Ilmu dakwah dan ilmu Bimbingan konseling
Kegiatan dakwah adalah kegiatan yang membimbing umata manusia untuk melaksanakan kebaikan dan menjauhi kemungkaran, tentu ilmu BK mempunyai andil yang besar bagi ilmu dakwah. Metode metode yang dapat dipakai dalam ilmu dakwah adalah ilmu ilmu yang digunakan dalam metode BK. Ketika masyarakat mengalami goncangan batin maka persoalannya dapat diselesaikan melalui metode BK dan pendekataan keagamaan salah satu metode ilmu dakwah.

Ilmu dakwah dan retorika
Retorika adalah suatu tutur yang sesuai dan memberikan informasi rasional kepada pihak lain, dan ada pengertian lain bahwa retorika adalah seni untuk mengafeksi phak lain dengan tutur.
Dari pengertian diatas tentu dapat diketahui hubungan anatara ilmu dakwah dengan ilmu retorika, masyarakat akan sangat mudah menangkap materi dakwah jika disampaikan dengan tutur kata yang mempunyai arti dan sarat dengan informasi keagamaan, apalagi seorang da’I menyampiakannya dapat menyentuh hati pendengarnya melalui ilmu retorika. Bertutur yang baik dalam berdakwah adalah salah satu pesan dalam al quran “nasihat yang baik adalah bertutur yang baik pula”.

Ilmu dakwah dengan ilmu komunikasi
Dakwah adalah proses komunikasi yang dilakukan oleh Da’i kepada Mad’u, tentu saja hubungannya sangat erat, namun ilmu dakwah adalah bagian dari sekian banyak bentuk komunikasi dalam islam. Ilmu komunikasi tidak banyak memberikan kontribusi kepada ilmu dakwah, sebab ilmu dakwah sendiri membahas proses komunikasi antara manusia dengan sang khalik, dan sesama mahluk lainnya.
Tentu saja masih banyak ilmu ilmu lain yang mendukung ilmu dakwah dalam operasionalnya maupun untuk pengembangannya, akan tetapi tidak mungkin dapat diterangkan secara rinci.

Tidak ada komentar: